Pemdes

Kegiatan Adat ” Mapag Sri ” Desa Cigugur Kaler 2017

Mapag Sri adalah salah satu adat/budaya masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Sunda yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa. Mapag Sri apabila ditilik dari bahasa Jawa halus mengandung arti menjemput padi. Dalam bahasa Jawa halus, mapag berarti menjemput, sedangkan sri dimaksudkan sebagai padi. Maksud dari menjemput padi adalah panen. Mapag Sri dilaksanakan dengan maksud sebagai ungkapan rasa syukur para petani kepada Tuhan Yang Maha Esa karena panen yang diharapkan telah tiba dengan hasil yang memuaskan.


Mapag Sri dilaksanakan menjelang musim panen. Meskipun panen ini berlangsung setiap tahun, Mapag Sri tidak selalu dilaksanakan setiap tahunnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan upacara ini tidak bisa selalu dilaksanakan seperti faktor keamanan, dan faktor buruknya hasil panen sehingga upacara ini tidak dapat dilaksanakan. Dan untuk tahun 2017 ini Desa Cigugur Kaler, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang baru saja merayakan adat istiadat Mapag Sri yang di adakan tepatnya pada tanggal 25 April 2017 kemarin dengan hiburan kesenian Wayang Kulit ” Karya Budaya ” dengan dalangnya yakni Ki Anom Suwarno dari Indramayu dan pesinden Hj. Itih. S dari Majalengka.

Sambutan Kepala Desa Cigugur Kaler

 

Panitia Tumpeng Mapag Sri

 

Sambutan Perwakilan Pihak Kecamatan

 

Tumpeng Masyarakat Cigugur Kaler

 

Ibu-ibu PKK

Dalam acara kegiatan Mapag Sri ini juga di hadiri oleh dinas dan pastinya dari pihak Kecamatan Pusakajaya, Babinsa Cigugur Kaler, dan tokoh-tokoh lainnya. Namun bukan saja hanya pagelaran wayang yang ada dalam acara Mapag Sri 2017 kali ini, dari pihak Karang Taruna Cigugur Kaler pun mengadakan Undian Berhadiah dari mulai hadiah hiburan, dispenser, kipas angin, dan sampai dengan mesin cuci. Sehingga menjadikan pesta adat Mapag Sri tahun 2017 ini lebih meriah di bandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dan Acara dalam menyambut panen raya ini biasanya di adakan setiap tahun sekali, dengan harapana hasil panen yang berlimpah dan juga harga padi para petani menjadi mahal tidak seperti panen-panen sebelumnya. Namun bisa saja acara adat istiadat ini tidak  di adakan dengan berbagai alasan, seperti halnya keamanan, hasil panen yang kurang maksimal dan hal lainnya yang menjadikan adat istiada mapag sri ini tidak bisa di laksanakan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s